Inilah 4 Motif Batik Solo

Berikut adalah motif- motif batik solo :

  • Motif Parang

Motif dari batik Solo ini salah satu yang kerap digunakan bahkan dikenal sebagai motif paling tua di Indonesia adalah motif parang. Kata parang sendiri asal – usulnya dari kata Pereng yang artinya lereng. Nah, dari motif Parang memberi gambaran garis menurun dari posisi tinggi ke rendah secara diagonal. Anda akan begitu mudahnya menentukan motif parang yang cenderung melambangkan susunan motif S tidak terputus. Tedapat sebuah arti dari motif parang yaitu berupa sebuah nasihat kepada seseorang untuk tidak menyerah, memiliki tekad keras seperti batu karang di pantai dan memperlihatkan semangat yang tak pernah padam.

  • Motif Sawat

Selanjutnya ada satu motif yang unik bernama Sawat. Arti kata Sawat adalah sayap / bisa juga diartikan nafsu. Begitu banyaknya orang menganggap motif sawat dalam batik Solo sesuatu yang sakral dan hanya diperbolehkan untuk kalangan raja beserta keluarganya. Untuk ciri dari motif Sawat cukup mudah yakni bentuk motif seperti halnya sayap dengan susunan berpola sama bahkan bisa digambarkan seperti kendaraan Dewa Wisno berupa garuda. Sedangkan makna dari motif Sawat adalah seseorang yang mempunyai kekuasaan layaknya seorang raja. Hingga saat ini motif Sawat digunakan untuk proses pernikahan dengan harapan kehidupan mempelai pengantin akan lebih baik.

  • Motif Kawung

Sepertinya Anda sudah familiar dengan salah satu motif bernama Kawung. BegituĀ  banyak motif Kawung beredar di masyarakat dengan ciri – ciri seperti buah kelapa atau berupa kolang-kaling. Pola dari motif Kawung ini biasa disusun dalam bentuk simetris serta geometris dengan kombinasi pola lingkaran. Gambaran bunga teratai dengan tambahan empat daun bunga merekah menjadi identitas motif Kawung. Makna dari salah satu motif batik Solo ini begitu bagus yaitu seseorang akan memiliki umur panjang serta kesucian ketika memakainya.

  • Motif Truntum

Salah atu motif batik solo lainnya bernama Truntum juga biasa digunakan dalam proses pernikahan. Namun dari jenis motif Truntum kecendrungannya dipakai pada orang tua pengantin. Makna dari kata Truntum dalam bahasa Indonesia adalah seorang penuntun yang akan membimbing serta menjadi contoh bagi anak dalam menjalankan kehidupan yang baru. Pada zaman dulu kala, motif Truntum ini dibuat oleh Kanjeng Ratu Kencana atau disebut Permaisuri Sunan Paku Buwana III yang sampai sekarang diartikan sebagai simbol cinta dan ketulusan.

Beli Baju Batik dan kain batik berkualitas dengan harga terjangkau di https://batik-s128.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *