Batik Modern Di Masa Kini

Hasil dari proses pembuatan batik tersebut di atas disebut batik tulis. Jenis lainnya adalah batik cap, dimana proses memiringkan batik tulis diganti dengan menggunakan perangko (seperti gambar di bawah) untuk mengaplikasikan lilin pada kain.

Batik pria klasik dikenal dengan berbagai ukuran dan nama, yaitu batik kain panjang dengan panjang 110cm X 240cm, sarung batik (sekitar 105cm X 200cm), syal (45 ~ 60cm X 200 ~ 300cm), kepala iket (90cmX90cm) dan kemben ( 60cmX200cm).

Dalam pemakaian sehari-hari, batik Indonesia tersedia dalam berbagai bentuk seperti berbagai jenis pakaian formal untuk pria dan wanita dan berbagai bahan untuk dekorasi rumah, kantor atau hotel serta variasi domestik seperti taplak meja, serbet, keset, tas, sarung bantal, sprei. , sprei dan lain-lain.

Batik modern

Berbeda dengan batik klasik, corak dan warna batik modern tidak bergantung pada corak dan warna tertentu seperti pada batik klasik, tetapi desainnya bisa apa saja dan beragam warna. Batik modern juga menggunakan pewarna dan proses yang mengikuti perkembangan pewarna. Terkadang pada beberapa bidang desain lereng tidak digunakan melainkan menggunakan sisir dan untuk pewarnaan terkadang langsung menggunakan kapas atau kain. Dengan kata lain, proses pembuatan batik modern hampir sama dengan batik klasik, namun desain dan pewarnaannya bergantung pada selera seni pembuatnya dan bergantung pada bahan pewarnanya. Bahkan dengan perluasan kain dasar dan kain berwarna, batik modern semakin bervariasi, seperti batik katun motif garis Yogyakarta, kain poplin, piyama, bulu dan lain sebagainya.

Proses pembuatan batik modern

Pembuatan batik modern memiliki prinsip yang sama dengan proses pembuatan batik klasik karena batik modern merupakan hasil dari ragam batik klasik.

Persiapan

Kain katun yang akan dibatik dicuci terlebih dahulu hingga lepas dari bahan yang masih terdapat pada kain pada saat proses penenunan / pembuatan, agar proses pewarnaan tidak mempengaruhi bahan nantinya. Selanjutnya kain yang sudah disiapkan dikeringkan.

Desain

Desain dikerjakan langsung di atas kain dengan menggunakan pensil atau apapun, jika dicuci setelah pengerjaan batik selesai, garis-garisnya bisa hilang, atau bisa juga menggunakan pola yang sudah disiapkan sebelumnya. Setelah desain selesai, batik awal dikerjakan dengan menggunakan canting atau kuas pada desainnya. Dalam proses membatik perlu diperhatikan bagian mana yang akan diberi warna yang berbeda, mengikuti desain dan hasil warna yang diinginkan.

Warna

Proses pewarnaan bervariasi tergantung dari bahan pewarna dan teknik pewarnaan yang ingin Anda gunakan. Pada dasarnya pada langkah pewarnaan pertama warna yang digunakan adalah warna yang paling terang terlebih dahulu, hal ini dikarenakan proses pewarnaan batik akan dilakukan berulang-ulang tergantung jumlah warna yang diinginkan. Zat pewarna ini termasuk Naphthol, Indigosol, Base, Procion, dll.

Dalam proses ini batik tetap dikerjakan pada warna yang akan didapat di akhir proses. Setelah proses pewarnaan selesai, proses penghilangan lilin batik / dilorod dilakukan dengan cara meletakkan kain di air panas, setelah semua lilin batik hilang dari kain, kemudian kain dicuci bersih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *